Saturday, 27 August 2011

Puasa dan Hikmahnya

Ibadah puasa di dalam agama Islam dimaksudkan untuk pembinaan, baik rohani maupun jasmani bagi pemeluknya, wabil khusus bagi orang iman "mukmin". Dari segi rohani, ibadah puasa setidaknya mengandung nilai-nilai sebagai berikut:

- Menumbuhkan kesadaran, bahwa kita semua adalah sama-sama sebagai hamba Alloh Ta'alaa, karya cipta-Nya. Sehingga akan timbullah sifat untuk saling menghargai sesame, tidak merendahkan atau tidak mengolok-olok orang lain, dan tidak bertindak semena-mena;

- Menanamkan kejujuran, betapapun rasa lapar dan haus yang kita rasakan tidak akan makan dan minum sekalipun tidak ada seorangpun yang melihatnya;

- Menumbuhkan rasa kasih sayang dan kedermawanan. Rasa lapar dan haus yang kita rasakan seringkali dapat menggugah kesadaran kita untuk menyayangi anak-anak yatim dan fakir miskin sekaligus menyantuni mereka, baik berupa berbuka bersama, sahur bersama sampai dengan memberi mereka zakat fitrah;

- Menanamkan kesabaran dalam menghadapi cobaan. Betapa orang yang berpuasa selalu berusaha menahan marah, menghindari pertengkaran sekalipun ia didhzolimi/dianiaya. Semua itu dilakukan semata-mata agar puasanya tidak batahl dengan didasari karena Alloh dan mencari pahala;

- Menumbuhkan sifat pema'af dan kesetiakawanan. Pertengkaran dan kedhzoliman yang kita hindari akan menumbuhkan sifat mema'afkan orang lain yang telah melakukan kesalahan terhadap kita, dan dapat merentangkan tali persahabatan yang kokoh terhadap siapa pun;


- Meredam sifat nafsu terhadap makanan, minuman, lawan jenis. Ketika kita sedang tidak berpuasa seringkali kita tidak merasa puas, tidak mau menahan diri. Akibatnya, kita menjadi tidak dapat mengontrol makanan, minuman, dan nafsu birahi, yang seringkali menyebabkan timbulnya berbagai macam penyakit. Tapi dengan berpuasa dapat menjadi sehat kembali. Summu Tashihu, puasa itu sehat;


- Melatih menggunakan akal sehat. Pada saat kita sedang tidak berpuasa seringkali kita mendahulukan emosi ketimbang akal sehat. Dengan berpuasa kita mulai membiasakan menggunakan akal sehat untuk mempertimbangkan segala hal yang akan kita perbuat. Jika itu suatu perbuatan positif, benar, bermanfa'at dan berpahala baik kita teruskan, namun jika perbuatan yang akan kita lakukan itu adalah suatu perbutan yang salah, berbahaya dan berdosa maka tahan, "STOP" dan hentikan!


- Menumbuhkan rasa syukur. Terkadang ketika kita sedang tidak sedang berpuasa kurang sekali mensyukuri nikmat sehat bisa makan dan minum berbagai makanan dan minuman. Tapi dengan berpuasa, ketika kita berbuka dengan semangkok kolak dan teh manis saja rasanya sudah sangat nikmat dan ketika berbuka terucap kalimat:


"Alloohumma Laka Shumtu Wa 'Alaa Rizqika Afthortu" artinya: "Ya Alloh, bagi-Mu aku berpuasa dan atas rezeki-Mu aku berbuka".

Atau

“Dzahabadhz Dhzomau Wabtallatil ‘Uruuqu Watsabatal Ajru Insyaa Allooh(u)” artinya “Telah hilang rasa haus, telah basah tenggorokan, dan pahala sudah tetap, Insyaa Alloh (jika Alloh menghendaki)”.

sumber : FB Keluarga Bahagia

Alam Rahim Sebelum Manusia Dilahirkan ke Bumi

by Subandi Baiturrahman

1. Yang artinya: “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur [maksudnya: bercampur antara benih lelaki dengan perempuan] yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.” (QS. Al-Insaan, No. Surat: 76, Ayat: 2)

2. Yang artinya: “Dan Alloh menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam kitab (Lauh Mahfudhz). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Alloh adalah mudah.” (QS. Faathir, No. Surat: 35, Ayat: 11)

3. Yang artinya: “Dan Dialah yang menciptakan kamu dari seorang diri [maksudnya Adam], maka (bagimu) ada tempat tetap [maksudnya: bisa tulang sulbi atau rahim ibu] dan tempat simpanan[maksudnya: permukaan bumi sebagai tempat tinggal atau kuburan]. Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda kebesaran Kami kepada orang-orang yang memahami.” (QS. Al-An’am, No. Surat: 6, Ayat: 98)

4. Yang artinya: “Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia (manusia) diciptakan dari air yang dimuncratkan, yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan.” (QS. Ath-Thooriq, No. Surat: 86, Ayat: 5-7)

5. Yang artinya: “Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.” (QS. Al-‘Alaq, No. Surat: 96, Ayat: 2)

6. Yang artinya: “Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Alloh menciptakannya, dan menyempurnakannya, lalu Alloh menjadikan daripadanya sepasang, yaitu laki-laki dan perempuan.” (QS. Al-Qiyaamah, No. Surat: 75, Ayat: 37-39)

7. Yang artinya: “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (QS. At-Tiin, No. Surat: 95, Ayat: 4)

8. Yang artinya: “…dan (Alloh) mengetahui apa yang ada dalam rahim…” .(QS. Luqman, No. Surat: 31, Ayat: 34)

9. Yang artinya: “Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah, kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina, kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.” (QS. As-Sajdah, No. Surat: 32, Ayat: 7-9)

10. Yang artinya: “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang, yaitu ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun [maksudnya: selambat-lambat waktu menyapih ialah setelah anak berumur dua tahun]. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kamu kembali.” (QS. Luqman, No. Surat: 31, Ayat: 14)

Monday, 1 August 2011

Jadwal Imsak untuk Wilayah Jakarta dari Kementrian Agama RI

Jadwal Imsak untuk Wilayah Jakarta dari Kementrian Agama RI